Dalam gelaran pilpres tahun ini, agama menjadi isu yang sangat laris. Kedua pasang calon presiden dan wakil presiden sama-sama menggunakan isu agama untuk mendulang suara. Bahkan isu agama dijadikan alat untuk menggerakan massa pasca gelaran pemilu. Hal ini menunjukan sebuah fenomena yang Karl Marx sebut sebagai agama adalah candu bagi masyarakat. Sejatinya agama adalah obat bagi manusia. Ia membawa berbagai manfaat bagi para pemeluknya. Tapi, jika disalahgunakan, obat ini dapat menjadi candu yang membawa berbagai kemudharatan bagi pemeluknya. Penyalahgunaan obat (agama) inilah yang dimaksud Karl Marx dengan agama adalah candu masyarakat. Menurut Karl Marx, agama ini disalahgunakan oleh para kaum pemilik modal untuk memberikan halusinasi kepada rakyat yang tertindas supaya tidak melawan hegemoni kaum pemilik modal. Kenapa harus agama? Karena melawan agama sama dengan melawan Tuhan, entitas paling tinggi nan maha suci. Melawan Tuhan dianggap sebagai pembangkangan paling buruk. Maka...
Setiap tahunnya di di tanggal 1 Mei, kaum buruh turun ke jalan dalam rangka memperingati hari buruh sedunia. Dalam aksinya, kaum buruh selalu membawa tuntutannya, yang mana selalu mengulang tuntutan dari tahun sebelumnya. Misalnya seperti kenaikan upah, penghapusan PP no. 78 tahun 2015, penghapusan sistem kontrak dan outsourcing, dll. Pengulangan tuntutan ini menunjukkan ketidakefektifan dari pergerakan buruh. Lantas, apa yang seharusnya dituntut oleh kaum buruh ? Untuk menjawab pertanyaan itu, kita harus tahu terlebih dahulu akar permasalahan dari kaum buruh. Akar dari permasalahan kaum buruh adalah pemerasan yang dilakukan oleh para pemilik modal. Kaum buruh bekerja menghasilkan produk yang dapat menghasilkan profit untuk perusahaan. Profit yan dihasilkan ini bisa beratus-ratus juta sampai bermilyar rupiah. Tapi, yang buruh dapatkan hanya upah sebesar UMR yang bahkan tidak sampai 10% dari profit yang dihasilkannya. Sebagian profit itu diambil oleh para pemilik modal yang ba...