Sudah hampir 55 tahun semenjak
pembersihan besar-besaran terhadap Partai Komunis Indonesia beserta basis
massanya. Tapi, “hantu-hantu” komunis tetap meneror kita sampai saat ini. Tanpa
memiliki basis massa, komunis berhasil membuat kita takut dan bersikap
paranoid. Berbagai cara sudah kita lakukan untuk melawan “hantu-hantu” ini,
tapi, tetap tidak berhasil. Apa yang salah dari strategi kita ?
Pertama, kita harus mengevaluasi terlebih dahulu
kesalahan dan kekurangan dari strategi lama kita. Strategi yang kita terapkan
saat ini adalah dengan membangkitkan kewaspadaan masyarakat terhadap penyebaran
dan kebangkitan ideologi komunisme. Dengan begitu, rasa takut masyarakat akan
semakin meningkat seiring dengan naiknya tingkat kewaspadaan masyarakat. Rasa
takut yang berkelanjutan inilah yang memelihara terror dari “hantu” komunis.
Strategi lain yang kita terapkan adalah dengan menghambat
dan menghentikan penyebaran ideologi komunisme. Strategi ini diterapkan dengan
cara menyita buku-buku tentang komunisme dan membubarkan forum diskusi yang
membahas tentang komunisme. Dengan cara ini, diharapkan masyarakat tidak akan
terpapar dan mengetahui tentang ideologi komunisme.
Kedua strategi yang telah kita terapkan itu sangatlah
tidak efektif. Hal ini dapat dilihat dari masih eksisnya terror-teror dan
ketakutan terhadap “hantu-hantu” komunis. Dengan disitanya buku-buku tentang
komunisme dan dibubarkannya forum diskusi mengenai komunisme akan menyebabkan
ketidaktahuan masyarakat mengenai ideologi komunisme yang sesungguhnya. Tanpa
adanya ilmu mengenai komunisme, masyarakat sekarang seakan-akan sedang dalam
kegelapan sebagaimana kata pepatah Arab, ilmu adalah cahaya. Kita seakan-seakan
sedang berperang dalam kegelapan!
Dan dalam gelap itulah “hantu-hantu” bermunculan. Karena
tidak bisa melihat apa-apa, insting paranoid manusia akan muncul dan
menciptakan imajinasi “hantu” yang meneror. Kita seakan-akan meyakini bahwa
disekitar kita pasti ada “hantu-hantu” itu. Karena kita tidak ingin untuk
menerangi ruang gelap itulah yang membuat rasa takut kita akan terror komunisme
tetap hidup.
Maka dari itu, strategi kita harus diubah. Kita haruslah
menerangi ruang gelap itu supaya kita dapat dengan jelas siapa musuh kita. Cara
yang harus kita lakukan untuk menerangi ruang gelap itu adalah dengan
menggunakan cahaya ilmu. Kita haruslah mempelajari secara mendalam mengenai
ideologi komunisme karena hanya inilah satu-satunya cara kita untuk menerangi
ruang gelap itu.
Tapi, adakah keinginan kita untuk menerangi ruang gelap
itu ? Jika kita melihat fenomena penyitaan buku-buku kiri dan pembubaran forum
diskusi, maka jawabannya adalah tidak. Kita membiarkan diri kita dalam gelap
dan dihantui teror-teror “hantu” komunis. Kalau ingin menyalahkan atas
kebangkitan komunisme dan PKI, maka yang harus disalahkan adalah diri kita
sendiri. Kitalah yang terus-menerus menghidupi isu-isu kebangkitan PKI tanpa
pernah melihat bentuk konkret dari kebangkitan PKI itu sendiri. Bagaimana mau
melihat, toh, kita membiarkan diri
kita berada dalam kegelapan tanpa adanya cahaya ilmu.
Maka dari itu, satu-satunya cara untuk melawan ideologi
komunisme adalah dengan mempelajarinya. Marilah kita bersama-sama membaca
karya-karya Karl Marx seperti Prinsip-prinsipKomunisme, Manifesto Partai Komunis, dan Das Kapital. Begitu juga dengan
membaca karya-karya petinggi-petinggi PKI. Setelah itu, mari kita diskusikan
bersama-sama untuk melihat dengan jelas apa kelebihan dan kekurangan dari
ideologi komunisme ini dan bagaimana cara kita melawan sisi negatifnya. Dengan
cara inilah, insyaallah, kita akan terbebas dari terror-teror “hantu”
komunisme.
Komentar
Posting Komentar