Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2018

Revolusi Pendidikan

               Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa pola pendidikan kita mengasingkan murid-muridnya dari kodratnya sebagai manusia. Kebebasan dan kreativitas kita telah dikekang oleh sistem ini. Kita, sebagai murid-murid yang terasing, haruslah melakukan sebuah perubahan demi hak kita dan masa depan bangsa yang lebih baik. Lantas, seperti apa perubahan yang harus kita lakukan ? Harus kita ubah menjadi seperti apa sistem pendidikan ini ?             Seperti yang kita tahu, bahwa pendidikan ialah usaha untuk memanusiakan manusia, menerangi gelapnya kebodohan dll. Agar tercapai pendidikan yang memanusiakan manusia itu, pola pendidikan kita harus diubah dengan cara : 1.       Mengakui keberagaman. Keberagaman yang dimaksud disini ialah keberagaman minat dan bakat. Dengan mengakui keberagaman itu, kita bebas memilih untuk belajar hal-hal yang kita senangi ...

Pendidikan Arena Persaingan

Persaingan menurut KBBI berarti usaha memperlihatkan keunggulan masing-masing yang dilakukan oleh perseorangan pada bidang perdagangan, produksi, persenjataan, dan sebagainya. Dalam sebuah persaingan pastilah ada yang menang dan yang kalah. Hal ini disebabkan oleh perbedaan/kesenjangan dalam kepemilikan modal. Seseorang yang sudah memiliki modal mumpuni akan dengan mudahnya mengungguli orang yang memiliki modal lebih sedikit ataupun tidak memiliki modal sama sekali. Hal ini akan menciptakan suatu hal yang kelak kita sebut sebagai kesenjangan sosial.             Menurut Karl Marx, kepemilikan pribadi atas modal inilah yang bertanggung jawab atas terpecahnya masyarakat ke dalam kelas-kelas sosial yang terstratifikasi secara vertikal dimana kelas sosial yang lebih tinggi akan menindas kelas sosial yang lebih rendah. Dalam bidang ekonomi, sebagaimana menurut Marx, kepemilikan pribadi atas faktor produksi bertanggung jawab atas terben...

Keterasingan Dalam Pendidikan

              Karl Marx mengajukan sebuah konsepsi keterasingan, yaitu keterasingan dalam pekerjaan. Karl Marx membandingkan antara manusia dan hewan dalam menjalankan pekerjaannya. Hewan melakukan pekerjaannya berdasarkan insting semata dan hanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya saja, sedangkan, manusia melakukan pekerjaan menggunakan akal pikirannya dan melakukan pekerjaan bukan hanya untuk memenuhi kebutuhannya, tapi juga untuk memenuhi hasrat kreativitas dan kebebasannya. Dalam hal ini, manusia menggunakan akal kreatif mereka dalam pekerjaan sehingga menghasilkan produk yang bukan hanya memiliki nilai guna, tapi juga nilai estetika, sehingga akan ada perasaan bangga ketika berproduksi.             Tapi dalam keyataannya, manusia tidak lagi berproduksi untuk menyalurkan hasrat kreativitas dan kebebasannya, tapi hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup semata. Hal ini menyebabkan manusia ber...