Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2019

Masih Relevankah Isu Asing di Era Globalisasi ?

          Di pilpres kali ini, ada isu yang selalu diungkit, yaitu isu mengenai asing dan aseng . Isi dari isu ini adalah banyaknya tenaga kerja asing yang bekerja di Indonesia sedangkan masih banyak masyarakat Indonesia yag masih menganggur atau tidak memiliki pekerjaan. Dari isu mengenai invansi tenaga kerja asing, meluas menjadi isu berbagai sektor ekonomi Indonesia yang dikuasai dan dikelola oleh pihak asing.             Sebelum membahas lebih jauh, marilah kita jabarkan terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan globalisasi. Globalisasi menurut KBBI (kamus besar Bahasa Indonesia) adalah proses masuknya ke ruang lingkup dunia. Sedangkan menurut Emmanuel Ritcher, globalisasi ialah jaringan kerja global secara bersamaan menyatukan masyarakat yang sebelumnya terpencar-pencar dan terisolasi ke dalam saling ketergantungan dan persatuan dunia. Dapat kita simpulkan bahwa globalisasi akan menyatukan seluruh um...

Apa yang Salah dengan Valentine

      Sebuah fenomena dimana mayoritas rakyat Indonesia mengkampanyekan untuk menolak merayakan hari valentine yang jatuh pada setiap tanggal 14 Februari. Ya, mayoritas yang dimaksud disini ialah kelompok mayoritas yang ada di Indonesia. Setiap tahunnya mereka selalu mengkampanyekan anti-valentine dengan alasan bukan merupakan budaya mereka dan bertentangan dengan syariat.             Mari kita bahas sedikit mengenai sejarah hari valentine. Menurut detik.com , terdapat 2 versi sejarah hari valentine. Yang pertama adalah versi Saint Valentine yang dihukum mati oleh pemerintah Romawi karena diam-diam menikahkan tantara-tentara Romawi yang saat itu dilarang untuk menikah. Yang kedua adalah hari valentine diciptakan untuk menandingi hari Lupercalia. Hari Lupercalia merupakan tradisi bangsa Romawi Kuno yang tidak beradab dimana para wanita akan dicambuk dengan harapan akan mendatangkan kesuburan. Lalu, tradisi ini diga...

Perang Melawan Komunisme

        Sudah hampir 55 tahun semenjak pembersihan besar-besaran terhadap Partai Komunis Indonesia beserta basis massanya. Tapi, “hantu-hantu” komunis tetap meneror kita sampai saat ini. Tanpa memiliki basis massa, komunis berhasil membuat kita takut dan bersikap paranoid. Berbagai cara sudah kita lakukan untuk melawan “hantu-hantu” ini, tapi, tetap tidak berhasil. Apa yang salah dari strategi kita ?             Pertama, kita harus mengevaluasi terlebih dahulu kesalahan dan kekurangan dari strategi lama kita. Strategi yang kita terapkan saat ini adalah dengan membangkitkan kewaspadaan masyarakat terhadap penyebaran dan kebangkitan ideologi komunisme. Dengan begitu, rasa takut masyarakat akan semakin meningkat seiring dengan naiknya tingkat kewaspadaan masyarakat. Rasa takut yang berkelanjutan inilah yang memelihara terror dari “hantu” komunis.           ...